Sebelum para peneliti menemukan adanya black hole, ternyata Al Quran telah mengungkap kejadiannya ratusan tahun yang lalu. Allah berfirman yang makna harfiahnya sebagai berikut, ‘Maka aku bersumpah dengan khunnas, yang berjalan lagi menyapu.’ (at-Takwir: 15-16)

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.””

"Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)" (Qs al Hijr :44). Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.

Seorang ibu yang disakiti oleh anaknya mengirimkan surat pada anaknya. Suatu kisah yang mengharukan , Ibu yang selalu menyayangi anaknya apapun yang dilakukan anaknya terhadapnya. Teladanilah kisah ini...

Blackhole Dalam Quran Muslimah Cantik Bermahkota Rasa Malu 7 Pintu Masuk Neraka Surat dari Ibu

Hadith

Dari Anas radhiallahu'anhu dari Nabi shollalllahu 'alahi wa sallam di dalam menceriterakan apa yang difirmankan oleh Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, di mana Allah berfirman: "Bila seseorang itu mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari". (Riwayat Bukhari).

Dari Ibnu `Abbas radhiallahu'anhu berkata, Rasulullah shollalllahu 'alahi wa sallam bersabda: "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya yaitu kesehatan dan kesempatan". (Riwayat Bukhari).


Ini Nih Kebiasaan Yahudi yang Seharusnya Kita Contoh!


dikutip dari eramuslim.com
Orang terperangah mendengar Mark Zuckerberg, yang menghibahkan kekayaannya $ 100 juta dolar kepada sebuah sekolah di AS.
Pemilik ide facebook, yang sekarang sudah menjadi kegiatan global itu, tidak menikmati kekayaannya, semata untuk pribadinya. Zuckerberg mendermakan kekayaan itu, sebagian besar untuk amal.
Mahasiswa Harvard yang menggagas facebook ini, sekarang menikmati hasil jerihpayahnya, dan kemudian dia berbuat untuk orang banyak.
Inilah kecenderungan (trend) orang-orang kaya di Barat, khususnya di AS, yang sekarang berlomba-lomba menghabiskan kekayaannya untuk melakukan amal (charity). Mereka membuat lembaga amal yang bersifat global. Membantu kaum miskin di Afrika, Asia, dan beberapa negara di Amerika Latin.
Warren Buffet, seorang investor yang memiliki kekayaan tidak tanggung-tanggung, senilai $ 47 miliar dolar, dan Bill Gate yang tak kalah kekayaannya dengan Warren Buffet, sekarang ini totalnya mencapai $ 57 miliar dolar.
Dua raksasa ini belum lama melakukan perjalanan keliling Cina dan India. Sebelumnya orang terkaya di muka bumi ini, berkeliling ke seluruh negara bagian AS. Keduanya sudah memasuki usia senja. Kedua tokoh ini sekarang lebih banyak tinggal di kampung halamannya, menikmati hari tuanya.
Warren Buffet menghibahkan 99 persen asset kekayaan kepada isterinya untuk kegiatan amal. Bill Gate menyisihkan kekayaannya senilai $ 2 miliar dolar tahun ini, yang digunakan untuk membantu kesehatan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan. Bill Gate, juga membantu kegiatan kaum Evengelist, yang sekarang ini terus menyebarkan kegiatan di seluruh dunia, teruma di negara-negara dunia ketiga.
Kedua tokoh ini mendirikan apa yang disebutkan dengan “Greats Givers”, sebuah lembaga charity yang bersifat global, dan menyerukan kepada orang-orang kaya, agar mereka menyisihkan kekayaan mereka untuk kepentingan amal (charity). Bayangkan apa yang akan dihasilkan dengan dana yang demikian besar, yang dimiliki oleh dua tokoh ini, yang sudah menghibahkan dananya untuk kepentingan amal ke seluruh jagad.
Ada Dominique Strauss-Kahn yang menjadi Direktur IMF (International Monotary Fund), dan Robert Zoelick, yang menjadi Direktur World Bank. Keduanya menangani krisis ekonomi global yang sekarang bukan hanya menghentakkan ekonomi AS, tetapi telah memporak-porandakan Uni Eropa.
Kedua lembaga multilateral itu, menangani krisis yang sekarang terjadi di Eropa. Yunani, Irlandia,  Portugal, Spanyol, Ukraina, dan bahkan Pakistan. Lembaga multilateral itu harus mengeluakan uang bersama dengan Uni Eropa, tak kurang mencapai 110 miliar euro, hanya untuk memberikan talangan kepada Yunani yang sudah bangkrut dan tenggelam dihantam krisis utang. Eropa yang kini terkena krisis akan menjadi menjadi taruhan. Akankah Eropa tetap bersatu menjadi sebuah zona, yang sekarang ini beranggotakan 27 negara?
Bernanke yang menjadi kepala Federal Reserve AS (Bank Central AS), bersama dengan Dominique dan Robert Zoelick, menyelamatkan ekonomi AS, yang menggelontorkan dana talangan kepada bank-bank di AS, yang tergilar krisis fininsial, yang jumlahnya mencapai 800 miliar dolar.
Mereka semuanya adalah tokoh-tokoh Yahudi, dibalik kehidupan ekonomi global, yang sekarang ini porak-poranda, akibat krisis. Krisis diakibatkan  oleh sistem kapiltalisme yang sangat rakus, dan dengan dasar riba, yang sudah menjadi ideologi dasar mereka. Kaplitalisme yang sangat rakus dan tamak, menghancurkan kehidupan itu, adalah buatan  mereka sendiri. Tak ada solusi akibat krisis sekarang ini. Ideologi-idelogi yang mereka ciptakan itu, akhirnya secara bertahap justru menghancurkan diri mereka sendiri secara sistematis.
Maka, di sini ada sosok lainnya, seperti George Soros, yang membangun sebuah gerakan yang bersifat global, yang diberi nama The Open Society Institute, yang tujuannya ingin membangun sebuah kehidupan baru, yang berdasarkan kesetaraan, toleransi, keadilan, terbuka, dan demokratis. The Open Society Institute itu, yang sekarang ini terus terlibat dalam berbagai perubahan di seluruh dunia, terus meningkatkan jaringannya.
Warren Buffet dan Bill Gate yang membuat gerakan “Great Givers”, dan ditopang dana yang besar, dan seruan-seruannya yagn massif kepada orang-orang kaya di seluruh jagad ini, serta meminta mereka mendermakan kekayaan mereka untuk kepentinganl amal bukan tanpa tujuannya.
Mereka hanya ingin membangun sebuah gambaran baru, yang lebih beradab bagi entitas Yahudi, yang lebih humanis, dan memiliki rasa tanggung jawab kepada dunia, dan ummat manusia, terutama atas nasib mereka yang miskin. Ini menjadi sarana menutupi kebiadaban dan kejahatan yang mereka lakukan selama berabad-abad ini.
Di AS seorang tokoh Yahudi dibidang finansial, Madock, yang sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan 150 tahun, akibat penipuan yang jumlah mencapai $ 50 miliar dolar. Ini merupakan bentuk penipuan dengan menggunakan cara yang disebut ‘Skema Vonzi’, yang merupakan kejahatan dibidang finasial yang terburuk disepanjang sejarah AS.
Karena dengan ekonomi yang kapilistik itu, betapa banyaknya negara yang telah dihancurkan oleh entitas Yahudi. Dengan sistem yang kapitalistik itu, dan  negara-negara miskin telah masuk dalam jebakan utang (the debt trab), yang akhirnya mereka hanya menjadi bangsa budak. Tergantung kepada para ‘tuan’ yang menjadi pemiliki modal. Negara-negera berkembang asset mereka telah habis dikuras oleh perusahaan multi nasional (MNC), yang sebagian besar dikendalikan para Yahudi.
Jangan lupa orang-orang Yahudi itu, juga ada yang bertindak lebih biadab, seperti Ariel Sharon, yang membantai ribuan rakyat Palestina. Robert Olmert yang dari Partai Buruh (Kadima), yang dianggap lebih moderat (lunak) dibanding dengan Partai Likud, yang konservatif, tetapi Olmerts telah melakukan ageresi militer yang menewaskan ribuan orang Palestina di Gaza.
Ada juga Paul Wolfowitz yang menjadi inisiator invasi AS ke Irak. Sesudah agresi yang menghancurkan itu, Wolfowitz diangkat menjadi kepala World Bank, dan meninggalkan jabatannya, sesudah terkena skandal 'cinta' dengan seorang bawahannya. Bekas Dubes AS di Jakarta itu, ternyata pengikut Partai Likud, yang sudah mempunyai obsesi menghancurkan Irak, sejak tahun 1982, dan baru terlaksana pada pemerintah Bush.
Yahudi yang sudah dikutuk karena berbagai kejahatannya, dan sekarang masyarakat dunia mulai menyadari kejahatan mereka, dan menjauhi orang-orang Yahudi, dan sekarang menyebabkan Yahudi sebagai komunitas yang terisolir.
Sekarang orang-orang Yahudi menampilkan wajah baru dengan tokoh-tokoh  seperti Warren Buffet, Bill Gate, dan Mark Zuckerberg, yang menjadi manusia-manusia yang 'mulia'  penuh dengan belas kasihan. Terhadap sesamanya. Wallahu’alam.
ARTIKEL ERAMUSLIM

Share this post:

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright 2010 The Brave Syuhada