بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
SEDIH RASA HATI
Saat membaca berita tentang Pak ZAINAL ABIDIN NASUTION ini.
Selama 20 tahun menekuni juru parkir di Jalan Bandung di Kota Medan yang telah dituduh membunuh Komisaris PT. Sewangi Sejati Luhur, Kesuma Wijaya.
Bayangkan kerugian yang dialami Pak Zainal Abidin ini :
1. Fisik menjadi Separuh Lumpuh
Dua kaki beliau ditembak, kaki kanan sebanyak 3 tembakan ada di paha atas, lutut sampai pecah dan betis Kaki kiri ditembak juga sebanyak 2 tembakan, di betis dan di paha atas. Beliau mengalami tembakan saat ditangkap paksa dengan tertelungkup diinjak kepalanya dan ditembak.
"Sudahlah luka tembakan kaki suamiku tidak dibius, penderitaan itu kembali bertambah. Biaya untuk mengobati luka tembak itu pun kami yang tanggung Rp3 juta lebih. Kami pun membayarnya dengan cara mencicil,” timpal Lisiani, istri Zainal saat ditemui POSMETRO MEDAN di Kantor LBH Medan.
2. Hukuman Kurungan/Penjara
Setelah luka tembak dijahit, Pak Zainal pun dijebloskan ke balik jeruji besi blok B, Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan.
Di sana Pak Zainal mendekam selama 1 tahun 10 hari bersama 40 tahanan lainnya.
3. Sumber Ekonomi Terguncang Menjadikan Anak Istri Terlantar
Karena dihukum dan luka tembakan membuat Istri dan Anak Terlantar. Selama Pak Zainal Dipenjara membuat Ibu Lisiani harus mengontrakkan rumah warisan orangtua mereka demi menyambung hidup selama Pak Zainal dihukum penjara
4. Nama Menjadi Tercemar
Bayangkan jika Pak Zainal harus kembali pada masyarakat sementara pembunuh sebenarnya belum terungkap ?
Pastilah nama Pak Zainal akan sedikit banyak dibicarakan masyarakat Medan. Ya jadi susah untuk bekerja kembali.
Begitu beliau divonis tidak bersalah, maka beliau sekarang menuntut keadilan di Kompolnas.
Singkatnya, fisik, ruhani juga ekonomi dan nama baik telah hilang dari kehidupan Pak Zainal ABidin beserta keluarga.
Dengar apa kata Pak Zainal yang membuat kami menjadi terharu,
"Di penjara saya menghabiskan hari-hari dengan sholat. Aku hanya bisa merenungi nasib karena seumur-umur aku tak pernah berurusan dengan polisi, apalagi melakukan perbuatan kejam seperti yang dituduhkan. Aku hanya menunggu keajaiban agar Allah membantuku"
Tangis dan Derai Air Mata mengiringi kebebasan Pak Zainal yang separuh lumpuh akibat luka tembakan dari Polsekta Medan yang salah tembak
Saat Pak Zainal masih terluka
Pak Zainal Abidin dan istri
Posting Oleh HAS
0 komentar:
Posting Komentar