Sebelum para peneliti menemukan adanya black hole, ternyata Al Quran telah mengungkap kejadiannya ratusan tahun yang lalu. Allah berfirman yang makna harfiahnya sebagai berikut, ‘Maka aku bersumpah dengan khunnas, yang berjalan lagi menyapu.’ (at-Takwir: 15-16)

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.””

"Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)" (Qs al Hijr :44). Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.

Seorang ibu yang disakiti oleh anaknya mengirimkan surat pada anaknya. Suatu kisah yang mengharukan , Ibu yang selalu menyayangi anaknya apapun yang dilakukan anaknya terhadapnya. Teladanilah kisah ini...

Blackhole Dalam Quran Muslimah Cantik Bermahkota Rasa Malu 7 Pintu Masuk Neraka Surat dari Ibu

Hadith

Dari Anas radhiallahu'anhu dari Nabi shollalllahu 'alahi wa sallam di dalam menceriterakan apa yang difirmankan oleh Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, di mana Allah berfirman: "Bila seseorang itu mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari". (Riwayat Bukhari).

Dari Ibnu `Abbas radhiallahu'anhu berkata, Rasulullah shollalllahu 'alahi wa sallam bersabda: "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya yaitu kesehatan dan kesempatan". (Riwayat Bukhari).


Tampilkan postingan dengan label Nisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nisa. Tampilkan semua postingan

I'sha, Si Wanita Punk Yang Jadi Mualaf
Keluarga I'sha keberatan jika I'sha memeluk Islam dan mengenakan niqab.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Selama beberapa bulan terakhir ini, Lucy Osborne telah mewawancarai perempuan-perempuan di Inggris yang telah masuk Islam. Tulisan ini adalah tulisan Lucy Osborne yang dikirimkan ke The Timestentang peningkatan jumlah perempuan Inggris yang memeluk Islam. Tapi, mengapa mereka masih dipandang dengan penuh kecurigaan.

Jumlah mualaf di Inggris meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun dan hampir dua pertiganya adalah perempuan. Lucy Osborne, yang berprofesi sebagai jurnalis lepas (freelance) sekaligus penulis ficer, menyelidiki mengapa hal ini terjadi.

I'sha adalah salah satu wanita mualaf yang diwawancarai oleh Lucy Osborne. Keluarga I'sha tidak menyetujui pilihan I'sha untuk menjadi seorang muslim. Keluarga semakin tidak setuju karena I'sha dalam kesehariannya menggunakan pakaian niqab yang hanya memperlihatkan kedua bola matanya.

"Ketika saya pertama kali memberitahu orangtuaku bahwa aku menjadi seorang Muslim, mereka tidak ingin ada yang tahu. Apakah itu keluarga atau tetangga,'' kata I'sha (40) yang masuk Islam sejak empat tahun lalu. ''Mereka tidak bisa mengerti keputusan saya."

Lingkungan kini menentang I'sha yang telah memutuskan untuk masuk Islam. ''Orang-orang di mana saya dibesarkan kini berbalik melawan aku. Mereka tidak ingin anak-anak mereka bersama dengan anak-anak saya. Mereka menilai saya sudah gila.''

Seperti banyak keluarga di Inggris, agama tidak ada dalam kehidupan sehari-hari keluarga I'sha. Jika I'sha pulang dari sekolah dan berbicara tentang Tuhan, ayah selalu akan mengatakan,''sekarang, hanya ada satu Tuhan di sini dan itu saya.''

Temukan Jalan PulangI'sha, seorang pekerja perempuan pendukung di Masjid London Timur, berasal dari Newcastle. Dia adalah salah satu dari 100.000 orang Inggris yang saat ini telah masuk Islam. Menurut hasil studi Faith Matters oleh Kevin Brice dari Universitas Swansea, sebanyak 5.200 warga Inggris tahun lalu telah menjadi mualaf.

Pengalaman I'sha tidak biasa. Mayoritas publik Inggris masih memandang Islam, yang merupakan agama terbesar kedua di Inggris, sebagai sebuah keyakinan yang aneh dan asing. Tapi, I'sha tidak seperti kebanyakan orang Inggris yang berpikir negatif tentang Islam.

"Saya justru merasa seperti sudah menemukan jalan pulang," katanya. "Melalui Islam, saya telah menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang saya selama ini punyai. Saya telah menemukan kedamaian sejati."

I'sha dulunya adalah seorang punk. Dia memakai pakaian yang potongannya terbilang 'memalukan'. I'sha tentunya berpotongan rambut ala Mohican yang mirip landak. Adiknya secara terbuka memproklamirkan diri sebagai seorang lesbian.

Ketika mengatakan kepada keluarganya, teman dan rekan-rekan bahwa dia telah memeluk Islam,  I'sha mengatakan bahwa dirinya tetap tidak berubah. "Saya mencoba untuk meyakinkan mereka bahwa aku masih si lidah panjang dari utara seperti dulu. Tetapi, menjadi seorang Muslim itu tidak dilihat sebagai sesuatu yang 'cool'.''
''Ketika orang melihat Anda berkulit putih dan orang Inggris, maka mereka benar-benar akan berperilaku kasar terhadap Anda. Karena, mereka berpikir bahwa Anda telah kembali pada cara hidup mereka dan menjadi bagian dari mereka,'' tambah I'sha.
Redaktur: Didi Purwadi

Dapet dari kaskus nih thread yang bagus. Dan kesalahan-kesalahan dalam berjilbab disini pun udah begitu common. Banyak banget yang kaya gini. Rede yaa buat kesinggung

Setiap muslimah diwajibkan memakai jilbab untuk menutup auratnya. Tetapi dalam berjilbab ini ternyata masih banyak yang salah, melenceng dari syariat islam dan cenderung menjerumus ke hal yang dilarang. Berikut adalah cara berjilbab yang banyak berkembang dikalangan muslimah tetapi sebenarnya salah dan dilarang. Dalam berjilbab seharusnya para muslimah jangan mendahulukan fashion ketimbang syariat. Fashion boleh, dianjurkan malah. Allah itu indah dan mencintai keindahan. Tetapi fashion harus mengikut syariat, bukan syariat yang mengikut fashion.

Mari kita lihat fashion jilbab sekarang yang salah dan boleh dikatakan menyerupai pakaian agama lain:

1. jilbab yang bersanggul.



Larangan jilbab yang bersanggul ini datang sendiri dari nabi Muhammad SAW seperti yang terlihat pada gambar di atas. 
Rasullullah bersabda “ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: 1. Suatu kaum yang memiliki cemeti seperti ekor lembu untuk memukul manusia dan, 
2. Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti bonggol unta yang bergoyang-goyang.
Wanita yang seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan baunya dapat tercium selama perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Jelas sekali diterangkan rasulullah bahwa wanita yang seperti itu tidak akan masuk syurga dan mencium baunya pun tidak. Maka ini peringatan bagi para muslimah untuk bermuhasabah diri.

2. fashion jilbab menyerupai biarawati kristian

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menterupai suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka”(HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban)



Sangat dilarang umat islam untuk menyerupai suatu kaum. Nah disini dibahas fashion yang menyerupai biarawati kristian, yang seperti apa itu? Fashion para biarawati yaitu menggunakan penutup seperti jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Mungkin masih sering kita jumpai para muslimah yang mengenakan jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Itu merukan hal yang dilarang karena menyerupai kaum kristian.

Baik telah ana jelaskan diatas tentang cara berjilbab yang mungkin masih banyak atau sedang ngetren-ngetren nya di kalangan muslimah apalagi remaja, tetapi sayangnya dilarang. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang informasi ini, jadi bagi sahabat yang sudah mengetahuinya, ana harap dapat diamalkan.

Jadi kalau sahabat masih menemukan teman atau saudara kita menggunakan fashion jilbab seperti diatas. Alangkah baiknya untuk sekedar member tahu atau member pencerahan. Tetapi harus dengan baik-baik dengan cara yang lembut tanpa menyakiti hati saudara kita itu.

NB: alangkah indah lagi jika para muslimah menghulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya, pasti akan lebih terlihat cantik dan manis.. 

Wallahu alam bi showab..

cara berjilbab yang benar

Quote:

Diriwayatkan dari istri Humaid As-Sa'idi,dirinya datang menemui Nabi Saw.seraya berkata,"Wahai Rosulullah,sesungguhnya aku senang shalat bersamamu"
Kemudian Rosulullah bersabda:"Aku tahu bahwa kamu senang shalat bersamaku,namun jika kamu shalat dikamar dimana kamu tidur,itu akan lebih baik dari pada kamu shalat diruangan lain dalam rumahmu.Jika kamu shalat ruang rumahmu,itu akan lebih baik dari pada kamu shalat diserambi rumahmu.Jika kamu shalat diserambi rumahmu,itu akan lebih baik dari pada kamu shalat dimasjid "

Lebih lanjut Rosulullah saw juga bersabda:" Sesungguhnya shalat seorang wanita dikamar tidurnya lebih baik baginya dari pada shalat diruangan lain dalam rumahnya,dan shalat wanita di ruang rumahnya lebih baik dari pada shalatnya dipekarangan rumahnya,dan shala seorang wanita diserambi rumahnya adalah lebih baik dari pada shalat dimasjid"
Maksud dari hadist diatas adalah,bahwa tempat yang afdhal digunakan wanita untuk shalat adalah kamar tidurnya sendiri dirumah.Lebih lanjut adalah,diruangan rumah selain kamar tidurnya,seperti ruang tamu.Setelah itu adalah serambi rumah.Dan yang terakhir adalah masjid.Lebih ringkasnya,bahwa Rosulullah menganjurkan kepada para wanita untuk shalat diruang yang lebih tertutup,agar menghindari timbulnya fitna.

Jadi shalat wanita di ruang lebih tertutup lebih afdhal dari tempat lainnya,karena hal itu lebih menjamin mereka dari timbulnya fitnah.
Kemudian Rosulullah bersabda yang artinya "Shalat wanita sendirian lebih utama dari pada shalatnya dengan berjamaah bersama kaum lelaki berlipat dua puluh lima derajat" (HR.Ad-Dhailami dari Ibnu Umar )Hadist diatas diberlakukan bagi para wanita muda.Rosulullah bersabda "Bahwasannya shalat seorang wanita yang dicintai Allah adalah shalta ditempat yang lebih gelap didalam rumahnya "

Rosul bersabda:"Sesungguhnya ketika seorang wanita keluar dari rumahnya tanpa ada kepentingan apa pun,niscaya setan akan mendekatinya seraya berkata "Janganlah kamu melewati seorang lelaki tanpa membuat dia mengagumimu "Dan sesungguhnya ketika seorang wanita mengenakan pakaiannya,lalu keluarganya bertanya,"Mau kemana kamu? " Maka wanita menjawab,"Aku akan menjenguk orang sakit,atau melayat jenazah,atau shalat dimasjid.Padahal ibadahnya seorang wanita kepada Allah diluar rumah tidak lebih baik dari pada ibadah didalam rumahnya"
Rosulullah juga bersabda :"Allah tidak akan menerima shalat wanita yang pergi kemasjid dengan aroma yang sangat harum hingga ia kembali dan mandi"



Di dalam al-Qur`an dan as-Sunnah, penyebutan kata-kata; al-Qarin, ar-Rafiq dan al-Khalil (semuanya memiliki makna yang mirip: orang yang selalu menyertai, teman, kekasih) selalu diiringi dengan arahan-arahan yang bermanfaat dan isyarat-isyarat edukatif yang penting. Manakala seseorang dalam kehidupan ini harus memiliki teman yang dapat mengajaknya bicara, curhat, menghibur dan menasehatinya; maka masalah memilih teman tentu menjadi amatlah penting. Karena itu, harus ada kesungguhan dalam memilih orang yang kita senangi dan kita kasihi. Sebab seseorang diukur berdasarkan agama temannya. Seseorang akan bersama orang yang ia cintai. Para ulama sering mengatakan, “Seseorang tidak semestinya menyepelekan hal memilih siapa yang layak dijadikan teman, sebab pertemanan itu memiliki pengaruh yang teramat besar bagi seseorang.” Mengenai hal ini, Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam pernah bersabda, “Seseorang (diukur) berdasarkan agama temannya; maka hendaklah salah seorang di antara kamu melihat siapa yang ia jadikan kekasih (teman).” (HR.Abu Daud, dishahihkan Syaikh al-Albani) 

Kriteria Seorang Teman 
Para ulama juga telah menyebutkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang teman (sahabat). Ibn al-Jauzi menyebutkan lima kriteria seorang teman: 
  • Pertama, Hendaknya ia seorang yang berakal. 
  • Kedua, Berakhlak baik. 
  • Ketiga, Tidak fasik. 
  • Keempat, Bukan ahli bid’ah. 
  • Kelima, Tidak ambisius terhadap dunia. (Mukhtasar Minhaj al-Qashidin, 91/92)

Para ulama mengatakan, “Siapa saja yang kriteria-kriteria itu terkoleksi pada dirinya, maka pertemanannya tidak hanya bermanfaat di dunia semata, tetapi juga bermanfaat di akhirat kelak. Karena itu, hendaknya pengertian ini diarahkan kepada perkataan sebagian ulama Salaf, ‘Perbanyaklah saudara, sebab setiap Mukmin mendapatkan syafaat di hari Kiamat.’”(Syarh al-Asbab al-‘Asyrah al-Mujibah Li Mahabatillah, hal.145) 
Alasan Memilih Teman Yang Baik 
Di antara alasan kenapa kita harus mengikat teman yang baik dan tulus adalah karena besarnya pengaruh dan perlindungannya kepada kita di saat-saat kritis. Adakah yang lebih mulia dan berharga dari seorang teman, yang sekalipun tidak dilahirkan dalam perut ibu yang sama denganmu, namun ia menjadi sebab kamu mendapatkan syafaat dan selamat dari neraka.? Dalam ash-Shahihain, terdapat pengukuhan adanya syafaat orang-orang beriman. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, “Lalu para Nabi memberikan syafaat, demikian pula para malaikat dan orang-orang beriman.” (HR.al-Bukhari dan Muslim) 
Dalam hadits yang lain disebutkan bagaimana orang-orang beriman kelak mendebat Rabb mereka karena saudara-saudara mereka dijerumuskan ke dalam neraka. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, “Allah menyelamatkan orang-orang beriman dari api neraka. Maka tidaklah pendebatan salah seorang di antara kamu bagi saudaranya dalam kebenaran yang diperbuatnya di dunia lebih keras dari pendebatan orang-orang beriman terhadap Rabb mereka tentang saudara-saudara mereka yang dimasukkan ke neraka. Mereka berkata, ‘Rabb kami, mereka itu adalah saudara-saudara kami yang dulu shalat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berhaji bersama kami, namun mereka telah Engkau masukkan ke neraka.’ Rabb berfirman, ‘Pergilah, lalu keluarkanlah orang yang kamu kenal di antara mereka.’ Lalu mereka mendatangi mereka (para penghuni neraka itu), lalu mengenal mereka dengan rupa-rupa mereka, di mana api tidak melahap rupa-rupa mereka itu; di antara mereka ada yang disambar api hingga pertengahan kedua betisnya, ada lagi yang disambar hingga kedua tumitnya, lalu mereka mengeluarkan mereka.” (HR.Ibn Majah, dishahihkan oleh al-Albani) 

Betapa banyak orang sesat gara-gara teman yang rusak (baca: brengsek) atau sekelompok teman-teman yang nakal. Dan betapa banyak pula orang-orang yang berada di tepi jurang kehancuran, lalu Allah menyelamatkan mereka dari neraka melalui teman-teman yang baik tersebut dan kondisinya berubah kepada kondisi yang lain; dari buta menjadi dapat melihat dan dari sesat menjadi mendapatkan petunjuk. Hal itu merupakan karunia dari Allah subhanahu wata'aala, yang dianugerahkan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan itu baru salah satu dari sekian banyak pengaruh pertemanan yang baik. 
Ada beberapa pengaruh lainnya yang dijelaskan oleh para ulama. Umar bin al-Khaththab, misalnya pernah mencoba untuk menghitung-hitung sedikit dari pengaruh-pengaruh teman-teman yang baik tersebut. Ia mengatakan, “Hendaklah kamu memiliki saudara-saudara yang jujur, niscaya kamu dapat hidup di bawah naungan mereka, sebab mereka adalah perhiasan di masa senang dan bekal di masa sulit.” 
Ibn al-Qayyim juga meriwayatkan dari para ulama enam sifat dan manfaat bergaul dengan orang-orang yang shalih, yaitu: pindah dari ragu menjadi yakin, dari Riya` menjadi ikhlash, dari lalai menjadi ingat, dari suka dunia menjadi suka akhirat, dari sombong menjadi Tawadhu dan dari niat yang buruk menjadi nasehat. (Syarh al-Asbab, hal.146) 
Bagi siapa yang membaca Kitabullah dan merenunginya, maka tentu ia akan menemukan obat penyembuh dan seruan agar berteman dengan orang-orang baik, serta peringatan untuk tidak berteman dengan orang-orang yang jahat. Allah subhanahu wata'aala berfirman, (artinya) “Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS.al-Kahf:28) Bilamana hal ini adalah seruan dan peringatan di dunia, maka permasalahannya di akhirat kelak lebih keras dan seram lagi, sebagaimana firman-Nya, (artinya) “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul shallallahu 'alahi wasallam. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur'an ketika al-Qur'an telah datang kepadaku. Dan syaitan itu tidak akan menolong manusia.’” (QS.al-Furqan:27-29) 
Sungguh betapa besar fitnah dalam memilih teman di antara dua kelompok. Allah subhanahu wata'aala berfirman, (artinya) “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS.az-Zukhruf:67) 
Terlebih lagi, bagaimana mungkin ada orang yang merasa enggan untuk memilih teman yang shalih dan baik sedang ia mendengar Nabi shallallahu 'alahi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya di tengah hamba Allah subhanahu wata'aala ada orang-orang yang mereka itu bukanlah para Nabi ataupun para syahid, namun para Nabi dan para syahid merasa iri terhadap mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah subhanahu wata'aala.” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu.?” Beliau menjawab, “Mereka adalah suatu kaum yang saling mencinta dengan Ruh Allah, tanpa ada ikatan rahim di antara mereka dan tanpa memiliki harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka memiliki cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut saat manusia takut, dan tidak bersedih saat manusia bersedih.” Kemudian beliau membacakan ayat ini, (artinya) “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.Yunus:62) 

Dari itu pula, sungguh adalah bencana, fitnah, kesia-siaan dan kerugian bilamana di dunia ini kamu mengambil teman yang buruk dan sahabat yang rusak. Sebab teman model ini, bila kamu berkeinginan untuk melakukan suatu hal yang baik, ia akan menghalangimu; bila kamu lamban dalam melakukan perkara buruk atau malu melakukan hal yang mungkar, ia akan mendesak, menyugesti, menggoda dan mengiming-imingimu. Ia akan berupaya menjauhkanmu dari komunitas orang-orang baik. Ia mempersilahkanmu duduk di atas hidangan keburukan, bergabung dengan kafilah orang-orang jahat. Kamu tidak akan merasa aman dari kelicikannya dan tidak dapat merahasiakan bila terlihat bersama mereka. Sungguh merupakan karunia dan nikmat yang besar manakala Allah subhanahu wata'aala membimbingmu kepada teman yang baik. Karena itu patut bagimu untuk senantiasa bersyukur.! 
(Sumber: Ikhtiyar ar-Rafiq, DR.Sulaiman al-Oadah) oleh: Abu Hafshoh. 

by Kembang Anggrek on Sunday, December 26, 2010 at 3:46am

Posting by : N.S.A.F



Sahabat... Hal-hal dibawah ini adalah sifat wanita yg paling tidak di sukai, dan inilah sifat- sifat itu

ANAANAH
Yaitu wanita yang selalu mengeluh dan mengadu serta kepalanya berbalut setiap saat. Menikahi wanita yang membuat-buat atau pura-pura sakit ini tidaklah baik.

MANAANAH
Yaitu wanita yang senantiasa menyebut-nyebut pemberiannya kepada suaminya hingga ia berkata ." Aku telah melakukan untukmu begini, begitu, begini dan begini ."

HADAAQAH
Yaitu wanita yang selalu menginginkan apa yang dilihatnya sehingga ia membebani suaminya untuk membelinya. Setiap kali mengujungi temannya dan melihat sesuatu yang dimilikinya ia tertarik dan ingin membelinya.

HANAANAH
Yaitu istri yang terlalu sayang dengan suami sebelumnya atau kepada anak-anak dari suami pertamanya atau selalu rindu kepada rumah keluarganya. Wanita begini lebih baik dijauhi.

BARAAQAH
Mengandung dua makna. wanita yang diwaktu siang ia bersolek dan menghias wajahnya agar nampak cantik berkilau, atau wanita yang sering suka marah karena makanan.

SYADAAQAH
Yaitu wanita yang banyak berbicara.


Dikisahkan dari Sa'ih Al-Azdi bahwasanya ada seorang yang memberinya nasehat demikian. " Janganlah menikahi wanita yang memiliki empat tipe berikut :

MUKHTALI'AH
Yaitu wanita yang suka menuntut 'khulu' yaitu cerai dengan harta yang dibayarkan oleh pihak istri atau mahar yang duikembalikan kepada suami tanpa sebab.

MUBARIYAH
Yaitu wanita yang sombong dan membanggakan faktor-faktor dunia.

'AAHIRAH
Yaitu wanita yang memiliki kekasih lain.

NAASYIZ
Yaitu wanita yang mendominasi suaminya, baik perkataan maupun perbuatannya.


Selain yang tersebut diatas, berikut ini masih ada tambahan kriteria wanita yangTidak baik untuk dinikahi.

MAL'UUNAH
Yaitu wanita yang dilaknat oleh Rasulullah saw dan kita disuruh melaknatnya karena Tabarruj nya [berdandan ala jahiliyah] dan perbuatannya yang menyebarkan fitnah diantara manusia serta tidak taat kepada Allah dan suaminya.

FARIK
Yaitu wanita yang selalu marah pada suaminya

WARHAA'
Yaitu yang dungu.


Sahabat fillah, semoga tulisan ini bisa menjadi bahan intropeksi kedalam diri kita, apakah kita mempunyai salah satu sifat buruk diatas? atau malah  bukan cuma satu tapi beberapa?

Yuuk kita perbaiki kualitas diri kita, dengan segala cara agar kita bisa menghilangkan sifat-sfat tidak baik diatas, sehingga bisa menjadi  wanita muslimah sejati, berahlak mulia, berhati bersih, istiqomah dan tentunya akan lebih di sayang Allah, disayang suami, ibu/bapak/teman/anak dll, dsb..

Semoga kita bisa menjadi wanita muslimah terbaik, baik di keluarga kita, lingkungan kita, dan insya Allah negara Kita, amiin.., dan Insya Allah bahagia dunia Akhirat akan kita dapatkan., Amiin..



Semoga Bermanfaat...

Jakarta, 26 Desember 2010

Love you All Cause of Allah
♥♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`·.¸.·´
¸.·´... ¸.·´¨) ¸.·*¨)
(¸.·´ (¸.·´ .·´ ¸¸.·¨¯`·. ♥♥ Al faqir Ilmu N.S.A.F ♥♥

Syabab.Com - Sungguh sangat mengerikan melihat kerusakan demi kerusakan menimpa generasi muda di negeri ini. Siapa pun menanam buah kebusukan, maka akan menuai hasil kehancuran. Penerapan sekularisme baik dalam sistem pendidikan maupun sistem di negeri ini akhirnya menuai hasil juga. Kerusakkan demi kerusakkan terus terjadi. Pada tahun 2010, sekitar 51 persen remaja di Jabodetabek telah berzina, sebuah perbuatan yang dinistakan agama.
Hal itu mengacu pada Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010, menunjukkan 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra nikah. Kemudahan akses terhadap pornografi dinilai ikut menjadi pemicu.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengatakan, berdasar kajian yang pernah dilakukan KPAI, meningkatnya perilaku seks remaja terjadi karena sejumlah alasan. Satu diantaranya adalah kemudahan mengakses pornografi.

"Perilaku seks remaja terjadi karena pengaruh materi pornografi yang mudah dan murah diakses," kata Hadi Supeno, Ahad (28/11/2010).

Selain itu, kehidupan malam yang mulai dilakukan sebagian remaja juga ditengarai menjadi penyebab seks bebas. Apalagi bila orangtua tidak peduli, kegiatan seks bebas di kalangan remaja menjadi semakin meningkat. "Juga karena tidak tahu risiko atas perilaku tersebut," sambung Hadi.
Kepala BKKBN Sugiri Syarif mengatakan 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pranikah. Beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. Menurutnya, data ini dikumpulkan BKKBN selama kurun waktu 2010 saja.

Dari kasus perzinaan yang dilakukan para remaja putri tersebut, yang paling dahsyat terjadi di Yogyakarta. Pihaknya menemukan dari hasil penelitian di Yogya kurun waktu 2010 setidaknya tercatat sebanyak 37 persen dari 1.160 mahasiswi di kota Gudeg tersebut menerima gelar MBA (marriage by accident) alias menikah akibat hamil maupun kehamilan di luar nikah.
Sugiri menambahkan, seks pra nikah ini adalah salah satu pemicu meningkatnya kasus HIV/AIDS. Data dari Kemenkes pada pertengahan 2010, bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan prosentase pengidap usia 20-29 tahun (48,1 persen) dan usia 30-39 tahun (30,9 persen). Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak heteroseksual (49,3 persen) dan IDU atau jarum suntik (40.4 persen). Sedangkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa, 75 persen di antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja.
Menuai Hasil
Meningkatnya kerusakkan yang menimpa generasi negeri ini sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya ketika sistem yang rusak terus menerus diterapkan sementara Islam diabaikan. Tengok saja dalam di dalam sistem pendidikan yang miskin edukasi dan berbasis sekularisme telah menghilangkan Islam sebagai pondasi pendidikan.
Pemberian materi internet kepada anak-anak sekolah tingkat pertama pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tidak langsung telah menggiring anak-anak remaja untuk menjelajahi dunia maya. Sementara, pihak-pihak terkait tidak melakukan filterisasi halaman-halaman internet yang kini semakin bebas dan membahayakan.
Demikian pula, kebebasan dan perusakkan generasi terjadi melalui sistem sosial dan budaya. Atas nama hiburan dan kepentingan kapitalis, melalui media televisi terus menerus disajikan tayangan-tayangan yang tak mendidik dan menghancurkan generasi tanpa sedikitpun peringatan keras dari pihak berwenang.
Beberapa stasiun televisi sudah tidak malu lagi menayangkan acara-acara murahan seperti sinetron yang bertemakan pacaran, cinta palsu, hingga konser musik yang penuh dengan kemaksiyatan dicekoki ke rumah-rumah kaum Muslim. Bahkan, para pelaku kehancuran semakin berani dan berkeliaran untuk terus menerus membuat tayangan-tayangan yang merusak itu baik melalui sinterton atau film layar lebar.
Demikian pula para kapitalis yang memiliki kepentingan untuk meraup keuntungan, sering melupakan nilai-nilai kemuliaan sehingga berbagai cara ditempuh untuk meraih keuntungan. Dalam beberapa tayangan iklan, terkadang menjadikan perempun menjadi objek yang tak jauh beda dengan barang. Begitu juga, para kapitalis tak segan-segan untuk menyandang dana bagi event-event yang merusak generasi.
Sementara, negara yang semestinya mampu menjaga harkat dan derajat generasi ini tak mampu melakukan apa pun kecuali diam tak berdaya dan terkalahkan oleh para kapitalis. Pendidikan masih mengacu pada kurikulum barat. Di sisi lain, penyebaran perilaku rusak terus dibiarkan. Termasuk konten-konten internet yang tak mendidik pun terus berkeliaran, sekalipun menkominfonya dari kalangan Islam. Walhasil, semuanya menuai hasil, tampaklah kerusakkan yang semakin meningkat berupa perbuatan bejat di kalangan generasi muda.
Solusi Palsu Menambah Masalah

Maraknya perzinaan di kalangan remaja ini tentu bukan persoalan sepele melainkan telah mengancam masa depan negeri ini. Hanya saja, disayangkan banyak kalangan yang masih juga tak peduli bahkan tidak sedikit yang ikut serta menjerumuskan generasi ke jurang kenistaan tersebut.
Sebut saja, menjelang hari Aids sedunia di awal Desember, kerap kali dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk memasarkan alat kontrasepsi. Solusi kondom yang selalu digembar-gemborkan menjelang hari Aids sedunia alih-alih menyelamatkan generasi malah menggiring pada perzinaan. Termasuk juga, solusi palsu Sex Education yang disisipkan dalam kurikulum pendidikan melalui Kesehatan Reproduksi Remaja tidak menyentuh pada persoalan mendasarnya. Malah dari sebuah penelitian terjadi peningkatan perilaku bejat di kalangan pelajar setelah diterapkan KRR dibandingkan sebelum diterapkan KRR. Anak-anak remaja menjadi ingin mencoba, sementara fasilitas pun bebas.

Maraknya pergaulan bebas di kalangan pelajar dan remaja sebenarnya juga menunjukkan kegagalan Sistem Pendidikan yang berbasis sekuler yang diterapkan di negeri ini. Pasalnya, mereka tiada lain usia remaja yang tidak lebih dari usia sekolah di mana mereka mengenyam bangku sekolah. Sementara pendidikan yang ada tak mampu menyelamatkan mereka. Buktinya, mengapa pergaulan bebas ini marak di kalangan remaja yang tiada lain anak-anak sekolah?
Hal itu wajar saja, karena kurikulum pendidikan di negeri ini berbasis kepada sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan. Alih-alih anak-anak mengenal tentang ilmu hidup dan cara bergaul sesuai dengan agama mereka serta bagaimana menjalani kehidupan ini dengan benar malah yang ada disuguhi materi dan teori yang terkadang tidak menyentuk kepada aspek kehidupan mereka.
Di sekolah, anak-anak tidak dikenalkan bagaimana sistem pergaulan menurut Islam karena memang tidak ada pelajarannya. Tetapi yang ada malah diajarkan reproduksi remaja, termasuk dikenalkan bagaiamana agar tidak terjadi kehamilian. Sederhana pertanyaanya, untuk apa para pelajar kelas 9 SMP diperkenalkan materi yang sebenarnya hanya layak bagi yang sudah berkeluarga itu kecuali sebagai usaha menutupi maraknya perzinaan di kalangan pelajar.
Sungguh solusi yang tak menyentuk akar masalah. Ditambah lagi, pemaksaan ide-ide kebebasan dan hak asasi manusia dan kesetaraan gender yang semua berbasis kepada ide-ide barat telah menggiring generasi di negeri ini untuk bebas berbuat apa saja, sehingga tidak lagi menjadikan halal dan haram sebagai standar perbuatan. Walhasil, menanam keburukan pun akhirnnya menuai hasil, separoh anak negeri ini telah berzina. Naudzubillahi mindzalik.
Solusi Tuntas Kembali kepada Islam
Sudah saatnya, kaum Muslim mencampakkan ide-ide Barat yang telah terbukti gagal mendidik generasi negeri ini. Kini saatnya negeri ini kembali kepada Islam sebagai solusi tuntas atas berbagai persoalan yang menimpa negeri ini. Islam merupakan dien (agama) yang sempurna yang berasal dari Sang Pencipta alam raya, manusia dan kehidupan. Islam mengatur segala aspek kehidupan termasuk di dalamnya pergaulan laki-laki dan perempuan.
Sistem sekularisme yang diterapkan baik dalam tananan pemerintahan, sosial dan pendidikan telah nyata gagal mendidik anak negeri ini. Sudah saatnya pendidikan sekularisme yang telah gagal itu diganti dengan sistem pendidikan Islam yang berlandaskan aqidah dan betujuan membina pola pikir dan pola sikap dengan Islam. Para pemegang kebijakan pun sudah saatnya dengan ketulusan hati mereka untuk bersegera menyelamatkan generasi negeri ini, karena mau tidak mau mereka juga memiliki anak-anak yang bisa jadi akan ikut menjadi korban akibat sistem yang mereka terapkan selama ini.
Di samping itu, berbagai komponen masyarakat sudah saatnya kini menggencarkan kembali pembinaan-pembinaan remaja baik di masjid-masjid, sekolah-sekolah termasuk di tatanan keluarga. Membina remaja dan pelajar dengan Islam, tidak lain untuk memahamkan mereka dengan ajaran Islam yang sempurna dan paripurna, termasuk di dalamnya tentang sistem pergaulan dalam Islam.
Di dalam sistem Islam, maka Khilafah akan benar-benar menjaga generasi muda mereka. Bahkan Khilafah akan menjadikan generasi muda tersebut sebagai aset yang sangat tinggi nilainya. Khilafah akan mendewasakan mereka dan menjadikan generasi muda Muslim kembali seperti generasi Ali bin Abi Thalib di mana pada usia 8 tahun sudah bersama dengan Rasullah Saw untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Insya Allah, masa depan ada di tangan remaja, ada di tangan Islam. Takbir! [m/f/dtk/ant/syabab.com]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright 2010 The Brave Syuhada